Gas Berbahaya dalam Kandang Close House

Udara, merupakan suatu zat yang tidak berwarna dan tidak berbentuk namun keberadaan dan ketersediaanya menjadi hal yang sangat vital bagi kehidupan, termasuk juga pada ayam. Sangat sering terjadi munculnya kasus penyakit pernapasan di peternakan ayam akibat peternak telat membuka tirai atau litter terlalu basah

Semua kondisi tersebut berkaitan dengan ketersediaan udara bersih di dalam kandang, khususnya pada kandang close house. Jika kuantitas dan kualitas udara buruk, maka ayam sudah pasti akan bermasalah..

Beberapa gas berbahaya yang biasanya ada didalam kandang ayam, khususnya kandang close house, adalah :

 Amonia, Penyebab Bau dan Sumber Iritasi Utama Bagi Ayam

Salah satu masalah yang biasa muncul di peternakan ayam adalah masalah bau kandang. Bau yang menyengat terkadang menjadi penyebab munculnya komplain dari masyarakat (jika lokasi kandang dekat dengan pemukiman). Belum lagi adanya dampak serius terhadap kesehatan dan produktivitas ternak maupun para pekerja kandang. Kandang yang berbau menyengat biasanya disebabkan oleh kandungan amonia yang tinggi. Amonia adalah gas yang dihasilkan dari proses perombakkan sisa-sisa nitrogen yang terdapat dalam feses oleh bakteri ureolitik. Amonia sendiri di lingkungan terdapat dalam 2 bentuk, yaitu bentuk terikat atau terlarut dalam cairan feses (NH4OH) dan bentuk gas (NH3).

Indonesia yang beriklim tropis dengan sistem dan tatalaksana pemeliharaan yang belum Continue reading

Manajemen Suhu dan Kelembaban Kandang Close House

Beberapa modifikasi yang bisa dilakukan agar ayam nyaman dalam kandang close house, yaitu :

1.  Membuat database suhu dan kelembaban di kandang kita

Yaitu pencatatan mengenai suhu dan kelembaban di kandang baik pagi, siang, sore, malam maupun dini hari. Termasuk pula respon ayam saat pencatatan, apakah ada yang panting. Dari sini akan terlihat rangkuman rentang suhu dan kelembaban ideal dimana tidak terjadi panting. Jadi ketika suhu atau kelembaban melebihi rentang ideal tersebut, peternak dapat segera bertindak.

Dalam satu kandang, minimal ada 3-5 titik untuk mengukur suhu dan kelembaban yaitu bagian depan, tengah, belakang, atas (dekat genting) dan lantai kandang. Agar lebih mudah dan cepat dalam pengamatan tempatkan Thermohygrometer di tiap kandang. Untuk kandang brooder, gantungkan sebuah Thermohygrometerdi chick guard sedangkan untuk kandang postal tanpa brooder, Thermohygrometer ditempatkan di bagian tengah kandang dengan ketinggian 40-60 cm.

2.  Pengaturan kepadatan

Kandang yang terlalu padat akan meningkatkan suhu kandang. Lakukan pengaturan kepadatan maupun memperluas kandang.

3.  Pemberian vitamin dan elektrolit dalam kandang close house

Vitamin C dan E akan membantu menekan efek heat stres maupun cold stress. Elektrolit akan menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh ayam. Vita Stress dapat menjadi solusi yang menyediakan keduanya.

4.  Manajemen buka tutup tirai

Sistem ventilasi yang baik, sangat efektif untuk menurunkan suhu dalam kandang. Buka tirai kandang saat suhu meningkat. Saat angin bertiup kencang atau suhu turun, tirai kandang dapat diturunkan, dengan syarat bagian atas tirai tetap dibuka selebar 20-30 cm agar sirkulasi udara tetap terjaga.

5.  Penambahan kipas

Kandang yang terlalu lebar serta padat ataupun daerah peternakan yang memiliki kecepatan angin kurang, dianjurkan menambahkan kipas. Kipas dapat dipasang di tengah, ujung maupun samping kandang. Kecepatan kipas mengeluarkan udara juga perlu disesuaikan. Untuk ayam dewasa, dianjurkan tidak lebih dari 2,5 m/detik sedangkan untuk masa brooding, tidak lebih dari 0,3-0,6 m/detik. Perlu diperhatikan pula bahwa angin jangan langsung mengenai tubuh ayam (minimal dipasang 20-30 cm dari lantai).

6.  Sistem hujan atau kabut buatan dalam kandang close house

Sistem hujan buatan dilakukan di luar kandang sedangkan kabut buatan dilakukan di dalam kandang. Fungsinya sama-sama untuk menurunkan suhu saat cuaca mulai terasa panas, sekitar jam 10.00-14.00. Jika dinyalakan saat sudah panas (11.30-12.30), akan menyebabkan perubahan suhu yang tinggi sehingga ayam bisa semakin stres.

7.  Modifikasi konstruksi kandang

Bila memiliki dana berlebih, kami anjurkan untuk merekonstruksi kandang. Idealnya ketinggian kandang 1,5-2 meter dengan jarak antar kandang ialah 1 x lebar kandang. Atap dari genting dianjurkan karena dapat menahan panas sehingga kandang lebih dingin.

8.  Membuat kandang Closed house

Bila mempunyai dana berlebih, Anda juga bisa membangun kandang closed house sebagai solusi pamungkas meski investasinya juga relatif besar.

Sumber : Info Medion Online

Pengaruh Suhu dan Kelembapan Kandang Close House Terhadap Ternak

Saat suhu dan kelembaban udara didalam kandang close house tidak nyaman, ayam akan merespon dengan berbagai cara diantaranya :

1.  Saat suhu terlalu dingin

Saat suhu terlalu dingin, otak akan merespon dengan meningkatkan metabolisme untuk menghasilkan panas. Dibandingkan ayam dewasa, efek suhu dingin lebih terlihat pada masa brooding ketikasistem thermoregulatori belum optimal.

Suhu yang dingin bisa disebabkan suhu brooding yang terlalu rendah, litter dingin atau basah maupun air minum yang terlalu dingin. Peternak dapat menganalisa penyebab suhu dingin dari tingkah laku anak ayam. Ayam yang berkerumun di bawah brooder, bisa dikarenakan suhu brooder terlalu dingin. Litter yang dingin atau basah juga bisa menampakkan gejala demikian, ditambah dengan perilaku ayam yang diam, meringkuk dan kondisi kaki yang basah. Toni Unandar (konsultan perunggasan), yang mengambil dari beberapa sumber menyebutkan, jika ayam nyaman dengan suhu kandang maka dalam tempo 15 detik setelah ditebar, DOC akan melakukan aktivitas biologis lanjutan seperti bergerak, makan atau minum.

2.  Saat suhu terlalu panas

Kasus heat stress lebih sering terjadi pada ayam dewasa karena lebih banyak menghasilkan panas sehingga lebih mudah stres. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa mekanisme pengeluaran panas pada ayam adalah panting. Mekanisme ini biasanya menjadi jalan terakhir yang dipilih ayam. Sebelumnya ayam akan melakukan perluasan area permukaan tubuh (melebarkan/menggantungkan sayap) dan melakukan peripheral vasodilatation (meningkatkan aliran darah perifer terutama di jengger, pial dan kaki).

Saat panas, konsumsi pakan akan menurun sedangkan air minum justru meningkat, sehingga terkadang terjadi feses encer serta penurunan produktivitas akibat asupan nutrisi tidak terpenuhi dan gangguan metabolisme tubuh. Kematian juga sering ditemukan terutama jika panting sudah tidak mampu menurunkan suhu tubuh secara optimal.

 

Sumber : Info Medion Online

 

PERBEDAAN KANDANG OPEN HOUSE DENGAN KANDANG CLOSE HOUSE

Selain berbeda konstruksi dindingnya, kandang terbuka mempunyai perbedaan konsep kerja dengan kandang close house, diantaranya adalah :

1. Konstruksi bahan.

Kandang tipe open house mempunyai dinding yang terbuka. Pada umumnya dinding kandang terbuka terbuat dari kayu atau bambu. Sedangkan pada kandang close house (merupakan inovasi yang diperkenalkan oleh industri peternakan ayam broioler di USA) biasanya terbuat dari bahan-bahan permanen seperti besi yang dilengkapi atap plavon. Bahan permanen seperti besi dipilih untuk melindungi berbagai alat peternakan yang terdapat di dalamnya.

2. Sirkulasi Udara

Tipe kandang open house dengan dinding yang terbuka cenderung memiliki sirkulasi udara yang terlalu bebas, ini mengakibatkan ternak dapat terpapar udara bebas. Ternak tidak akan terlindung dari panas, dingin, angin, hujan, dan intensitas sinar matahari yang terik. Akibatnya ternak dengan kandang terbuka rawan terhadap berbagai penyakit akibat perubahan udara.

Pada kandang close house menawarkan sirkulasi udara yang nyaman. Peternak dapat mengatur suhu udara yang diinginkan menggunakan berbagai peralatan yang terdapat di dalam kandang. Bila suhu udara terlalu panas, peternak dapat menggunakan cooling system yang ada untuk mendinginkan suhu di dalam kandang.

3. Higienitas kandang.

Kandang open house (kandang terbuka) sama sekali tidak melindungi ternak dari kontak dengan dunia luar. Akibatnya, ternak sangat rentan terjangkit berbagai penyakit ataupun wabah ternak akibat bakteri dan virus yang tersebar melalui udara.

Berbeda dengan konstruksi kandang close house yang menawarkan higienitas tingkat tinggi. Ternak terbebas dari kontak dengan dunia luar dan artinya bebas dari segala ancaman penyakit.

4. Biaya pembuatan.

Pembuatan kandang ayam tertutup (kandang close house) membutuhkan biaya yang relatif jauh lebih mahal dari pada kandang terbuka (kandang open house). Peternak perlu membeli bahan-bahan permanen seperti besi, plavon, dan berbagai peralatan pendukung sirkulasi udara dalam kandang seperti pendingin dan kipas angin. Tetapi biaya yang mahal ini menjanjikan suatu keuntungan berlipat karena produksi ternak akan meningkat dan angka kematian ternak akibat berbagai penyakit dapat ditekan

BTS (Brooders Tanpa Sekam)

Pada umumnya Litter yang di gunakan adalah sekam padi, serutan gergaji, Cacahan Jerami dan Kulit Kacang Tanah dan lain-lain. Dari sekian macam bahan litter yang disebut diatas,  peternak pada umumnya menggunakan sekam padi.  Permasalahan yg timbul sekarang adalah ketersediaan sekam semakin tidak rasional dengan kebutuhan peternakan ayam broiler, karena sekam yang diproduksi tidak seimbang dengan sekam yang digunakan, hal ini berakibat naiknya harga sekam, di beberapa daerah sentral peternakan kenaikan harga sekam sudah 2x lipat, hal ini akan mengganggu proses produksi karena seiring dengan naiknya harga sekam peternak sering kali mengurangi jumlah pemakaian sekam dan ini akan berakibat buruk pada performa ayam.  Solusi dari masalah ini adalah menggunakan cara Brooder Tanpa Sekam (BTS), tapi cara inipun hanya dapat digunakan untuk kandang Panggung, untuk kandang postal dan kandang Close House tidak dapat diterapkan.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Siapkan Tirai/terpal tipis yang berpori-pori/sak pakan

2. Pasang tirai dibawah galar dan keliling kandang bagian atas

3. Pasang/gelar jaring diatas galar dengan ukuran maximal 1.3/4 inc

4. Pasang Chick Guard dari bahan Seng/Triplex/Bedek dengan bentuk BOLA (Diameter disesuaikan dengan jumlah DOC)

5. Pasang tirai dalam dan plafon disekitar brooder untuk memaksimalkan pemanasan

6. Pasang Koran Bekas Diatas Jaring dalam brooder

7. Pasang tempat pakan DOC/tray/BCF dan tempat minum

8. Nyalakan pemanas /indukan 2 jam sebelum penebaran DOC

9. Tebarkan DOC secara merata di wilayah Brooder

 

Sumber: https://peralatankandang.wordpress.com/2012/08/02/jaring-pengganti-sekam-litter/

 

Kualitas Air Minum Kandang Close House

Air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi unggas, (baik itu dalam kandang terbuka maupun dalam kandang close house), selain oksigen dan ransum yang sangat diperlukan bagi seekor ayam untuk tumbuh, berkembang dan berproduksi. Ketidaktersediaan salah satu unsur tersebut bisa dipastikan akan menimbulkan gangguan produktivitas ayam. Tidak hanya dari segi kuantitas atau jumlah yang harus terpenuhi, kualitasnya pun tidak boleh diabaikan.

Air dan Peranannya

Air terbentuk dari 2 unsur yaitu hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H20. Kedua unsur yang membentuk senyawa air pada awalnya berbentuk gas dan pada kondisi tertentu akan berikatan membentuk suatu senyawa yang stabil, yaitu air.

Secara fisiologis, air berfungsi sebagai media berlangsungnya proses kimia di dalam tubuh ayam. Selain itu, air juga berperan sebagai media pengangkut, baik mengangkut zat nutrisi maupun zat sisa metabolisme, mempermudah proses pencernaan dan penyerapan ransum, respirasi, pengaturan suhu tubuh, melindungi sistem syaraf maupun melumasi persendian. Hampir semua proses di dalam tubuh ayam melibatkan dan memerlukan air.

Ayam yang tidak diberi ransum akan mampu bertahan selama 15-20 hari. Namun tidak demikian jika tidak memperoleh air, ayam akan mati dalam waktu 2-3 hari saja. Ayam akan tetap bertahan saat kehilangan sebagian besar lemak di dalam tubuhnya atau 50% dari jumlah protein tubuhnya, namun saat ayam kehilangan 20% cairan tubuh bisa mengakibatkan kematian. Ketersediaan air minum yang kurang akan menyebabkan hambatan produktivitas ayam, baik pertumbuhan maupun produksi telur. Selain itu, proses pembuangan zat sisa metabolisme juga terhambat, akibatnya bisa meracuni tubuh ayam sendiri.

Air memiliki kemampuan melarutkan berbagai macam senyawa. Secara normal, air dapat mengandung sampai 58 unsur, namun sekitar 99%nya ialah senyawa terlarut, seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, natrium, kalium, magnesium, kalsium, belerang maupun fosfor. Kemampuan air melarutkan berbagai zat dan senyawa ini menjadi salah satu faktor yang mempermudah air terkontaminasi oleh zat-zat kimia dengan kadar yang berlebih maupun oleh mikroorganisme patogen. Menjaga dan memelihara air tetap berkualitas menjadi faktor yang sangat vital bagi keberlangsungan produktivitas ayam.

Sumber dan Kualitas Air

Beberapa sumber air yang biasanya ada di kandang close house adalah :

  • Air sumur atau air tanah

Pembuatan sumur, baik sumur gali maupun bor (sumur artesis) merupakan suatu upaya untuk memanfaatkan air dalam tanah. Kebanyakan air yang digunakan di peternakan bersumber dari sumur bor atau artesis.

Dalam pembuatan sumur di dalam lokasi kandang close house sebaiknya diperhitungkan jaraknya dengan tempat feses. Mengingat feses tersebut bisa menjadi sumber kontaminasi bakteri Eschericia coli maupun peningkatan kadar nitrat dan nitrit dalam air. Alangkah lebih baiknya juga jika lapisan lubang bagian dalam sumur tersebut ditutup atau dilapisi dengan semen atau beton. Pemakaian paralon pada sumur bor (artesis) juga menjadi solusi.

Permasalahan yang relatif sering ditemukan pada penggunaan air dari sumur ialah pH air yang cenderung asam atau kadar garam yang terlampau tinggi. Air yang berasal dari sumur sebaiknya ditampung dan diendapkan terlebih dahulu di “water ground”. Tujuannya ialah untuk mengendapkan partikel-partikel yang mencemari air.

  • Air permukaan

Air sungai atau air danau merupakan air permukaan yang mungkin bisa dimanfaatkan sebagai air minum ayam. Namun dengan kondisi sungai seperti sekarang ini, maka pemanfaatan air sungai dalam aktivitas peternakan, baik sebagai air minum maupun proses pembersihan kandang dan peralatan sebaiknya dihindari.

Pencemaran sungai oleh kotoran manusia maupun kotoran ternak, bahan kimia (deterjen dan pestisida) maupun limbah, baik dari limbah keluarga maupun limbah industri menjadi alasan untuk tidak memanfaatkan air sungai maupun danau dalam aktivitas peternakan.

Air permukaan yang berasal dari air hujan bisa dimanfaatkan sebagai air minum ayam karena air hujan termasuk air yang jernih dan sehat. Hanya saja perlu diperhatikan adanya kontaminasi yang berasal dari tempat penampungannya maupun dari udara di sekitar kandang.

  • Air PDAM

Beberapa peternak ada juga yang menggunakan air dari PDAM sebagai air minum ayam maupun untuk aktivitas kandang lainnya. Namun terdapat kendala dari penggunaan air PDAM ini yaitu dari segi harga, dimana peternak harus mengeluarkan biaya tambahan. Selain itu, kualitas air PDAM juga perlu diperhatikan mengingat instalasi saluran air dari PDAM seringkali telah terdapat lapisan biofilm yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai mikroorganisme. Adanya lapisan biofilm itu juga mengakibatkan klorinasi yang dilakukan secara periodik oleh PDAM kurang efektif dalam menekan jumlah mikroorganisme. Alasannya adanya lapisan biofilm akan menghalangi kontak klorin dengan mikroorganisme sehingga daya kerja klorin menjadi tidak optimal. Oleh karenanya jika akan memakai air PDAM sebagai air minum alangkah lebih baiknya dilakukan treatment terlebih dahulu. Selain itu, perlu diketahui jadwal klorinasi yang dilakukan PDAM sehingga bisa diantisipasi pada saat pemberian obat maupun vaksin.

 

Dari beberapa pilihan sumber yang ada, sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut :

  • Kualitas fisik

Parameter fisik yang harus diperhatikan dalam penentuan air yang berkualitas antara lain warna, rasa, bau, kekeruhan maupun suhu. Air yang berkualitas haruslah tidak berwarna, berasa dan berbau. Air inipun harus terbebas dari partikel-partikel tersuspensi (tidak keruh) dari lumpur kasar, lumpur halus maupun koloid.

Kondisi fisik air yang kurang baik akan mempengaruhi tingkat konsumsi air minum. Saat ayam diberi pilihan air minum yang keruh dengan air minum yang jernih, maka ayam akan lebih memilih mengkonsumsi air yang jernih. Suhu air minum yang baik ialah 20-24oC dan jika lebih atau kurang dari suhu tersebut maka konsumsi air minum ayam menjadi berkurang atau bahkan berhenti.

Permasalahan air dari segi fisik, baik kejernihan, warna maupun bau cukup sering ditemukan di peternak-an. Treatment yang dapat dilakukan untuk mengatasi kualitas air tersebut, yaitu :

  1. Pengendapan atau penyaringan
  2. Penambahan tawas yang berperan sebagai koagulan dan pengikat partikel sebanyak 2,5 gram tiap 20 liter air minum
  3. Penambahan sediaan yang berperan sebagai penjernih
  • Kualitas kimia

Kesadahan, pH dan kandungan unsur-unsur kimia tertentu, seperti nitrat, nitrit maupun logam menjadi penentu kualitas kimia air.

-          Kesadahan

Kandungan ion Ca2+dan Mg2+ yang tinggi mengakibatkan air bersifat sadah. Air yang sadah seringkali ditemukan di daerah yang berkapur. Dalam pemakaiannya, air yang sangat sadah (kadar > 180 ppm) bisa mengurangi tingkat kelarutan beberapa sediaan obat, terutama yang mengandung ampicillin atau tetrasiklin. Desinfektan yang zat aktifnya iodine dan quats, seperti Antisep, Neo Antisep dan Medisep daya kerjanya akan menurun jika dilarutkan dalam air sadah. Tingginya kadar Ca2+ dan Mg2+ bisa mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi ransum.

Guna mengatasi kesadahan air dapat dilakukan dengan menambahkan :

  1. Medimilk (20 gram tiap 10 liter air) dengan kandungan 100% skim milk yang mampu mengikat logam, baik Ca2+, Mg2+, Mn2+ maupun Fe2+
  2. Kapur soda memiliki kemampuan mengikat ion Ca2+, Mg2+, Mn2+ atau Fe2+ sehingga terbentuk endapan. Endapan ini menunjukan bahwa kapur soda telah berhasil mengikat ion-ion tersebut
  3. Tawas
  4. Ethylen diamin tetra acetic acid (EDTA) dengan dosis 0,02-0,1% memiliki kemampuan mengendapkan logam berat, termasuk Ca dan Mg

-          Kadar nitrat dan nitrit

Kadar nitrat yang tinggi biasanya berhubungan dengan tingginya kadar nitrogen akibat tumpukan kotoran ayam. Jika dikonsumsi ayam maka proses penyerapan zat nutrisi dapat terganggu. Selain itu, jika dikonsumsi dalam kadar tinggi bisa menyebabkan keracunan yang mematikan.

Nitrat dapat diubah oleh mikroorganisme menjadi nitrit yang mempunyai tingkat toksisitas yang sangat tinggi. Saat berada di dalam darah, nitrit akan berikatan dengan hemoglobin dan mengurangi kadar oksigen sehingga bisa menyebabkan kematian.

Teknik menurunkan kadar nitrat dan nitrit dapat dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke dalam tabung yang berisi karbon aktif. Ukuran tabung disesuaikan dengan jumlah dan kecepatan aliran air. Jumlah karbon aktif minimal 50% dari volume tabung. Jarak sumber air (sumur) sebaiknya dijauhkan dari septic tank maupun tumpukan feses. Ambil dan bersihkan feses secara rutin, jangan sampai menumpuk. Pelaksanaan desinfeksi maupun klorinasi juga dapat menghambat peningkatan kadar nitrit karena bisa membunuh mikroorganisme yang mengubah nitrat menjadi nitrit.

-          Kadar mineral

Kadar mineral kalsium, magnesium, besi dan belerang jangan berlebih di dalam air karena bisa menurunkan produktivitas ayam. Secara berturut-turut batasan kadar mineral kalsium, magnesium, besi dan belerang adalah 75; 200; 0,3-0,5 dan 25 mg/liter. Kadar kalsium yang melebihi standar bisa menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi ransum (terutama fosfor) dan penurunan daya kerja obat. Kadar magnesium yang berlebih akan mengganggu pencernaan dan diare. Akibat jika kadar besi tinggi ialah pigmentasi pada daging dan telur menjadi lebih gelap, sedangkan tingginya kadar belerang menyebabkan cepat terjadi perdarahan dan oedema.

Penambahan Medimilk sebanyak 20 gram tiap 10 liter air dapat mengikat mineral-mineral tersebut. Setelah dilarutkan Medimilk, diamkan air selama 15-30 menit sebelum diberikan.

-          Kadar garam

Garam terbentuk dari ikatan antara logam Na, Ca, Mg dengan ion klorida. Kandungannya di dalam air biasanya dalam bentuk terlarut. Oleh karena itu, penanganan air dengan kadar garam yang tinggi relatif sulit. Teknik pengenceran atau menambahkan air dari sumber yang berbeda bisa menjadi solusi untuk mengurangi kadar garam dalam air.

-          pH atau derajat keasaman

pH air minum yang baik berkisar 5-8. Air dengan pH lebih tinggi (basa) biasanya disebabkan adanya pencemaran natrium bikarbonat dan jika dikonsumsi bisa mengakibatkan penurunan pencernaan dan penyerapan mineral ransum, seperti kalsium, fosfor, magnesium dan kalium. Begitu juga sebaliknya air yang asam (pH rendah) akan mengganggu kesehatan dan mempermudah infeksi parasit.

Kedalaman sumur biasanya berpengaruh pada tingkat pH air minum. Sumur dengan kedalaman 30 m airnya cenderung asam sedangkan di kedalaman 100 m atau lebih, airnya biasanya basa. Sumur dengan kedalaman sebesar 50-60 m biasanya mengandung air dengan pH yang optimal.

Air minum yang basa bisa diatasi dengan penambahan senyawa asam, seperti asam cuka, asam sitrat atau asam organik (asam asetat, propionat). Sebaliknya, air yang asam bisa ditingkatkan pH-nya dengan menambahkan kapur soda (NaHCO3). Guna memastikan pH air telah sesuai dapat dilakukan pemeriksaan dengan kertas indikator universal (kertas lakmus) atau pH meter.

  • Kualitas biologi

Seperti disebutkan sebelumnya, sebagian besar air yang digunakan di peternakan ialah air tanah. Air tanah ini seringkali mengandung bakteri coliform yang biasanya berasal dari feses ayam maupun kotoran manusia (septic tank). Selain itu, biasanya air ini juga tercemar dengan mikroorganisme lainnya.

Sebagian besar mikroorganisme yang mencemari air minum, seperti bakteri maupun jamur kurang berbahaya. Biasanya mikroorganisme ini menyebabkan pembentukan bahan organik yang membatasi sistem aliran air. Meskipun demikian, ada juga beberapa mikroorganisme yang bisa menurunkan produktivitas ayam atau menjadi sumber penyakit, yaitu E. coli dan Salmonella. Oleh karena itu, perlu dilakukan treatment pada air yang telah terkontaminasi mikroorganisme tersebut, melalui :

-          Desinfeksi

Desinfektan yang bisa digunakan pada air minum ialah Antisep, Neo Antisep atau Medisep. Pemakaian ketiga desinfektan ini telah terbukti mampu menurunkan bakteri E. coli maupun coliform (lihat grafik 2).

Klorinasi atau penambahan klorin sebanyak 3-5 ppm juga berfungsi mendesinfeksi air minum. Hanya saja dalam aplikasinya seringkali klorin kurang efektif karena memiliki sifat yang kurang stabil.

Saat melakukan desinfeksi air minum, pastikan tidak bertepatan dengan jadwal vaksinasi. Kadar klorin sebesar 1 ppm akan menurunkan efisiensi vaksin ND sampai 20% dan kadar 2 ppm mampu menurunkannya sampai 85%. Air yang telah ditambahkan klorin, jika akan digunakan untuk melarutkan vaksin sebaiknya didiamkan selama minimal 24 jam atau ditambahkan Medimilk (2 gram per 1 liter air) dan dibiarkan selama 15-30 menit. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan pengaruh klorin.

Jarak desinfeksi air minum dengan vaksinasi juga perlu diperhatikan. Desinfeksi air minum sebaiknya dilakukan minimal 24-48 jam sebelum dan sesudah vaksinasi. Selain itu, pemberian obat dan vitamin sebaiknya dihentikan pada saat desinfeksi karena desinfektan bisa menurunkan potensi atau bahkan merusak obat dan vitamin.

-          Pemanasan atau pemasakan air

Air yang dipanaskan atau dimasak sampai mendidih mampu menghilangkan bakteri E. coli. Pada suhu 100oC bakteri tersebut akan mati.

Demikian artikel tentang pentingnya air bagi ternak ayam baik yang berada dalam kandang open maupun dalam kandang close house.

Sumber : Info Medion Online

Hemat Pemakaian Pemanas Gas dalam Kandang Close House

Sebelum penggunaan gas umum dipakai, peternak banyak menggunakan kayu bakar atau batu bara sebagai pemanas saat masa brooding. Batu bara dan kayu bakar secara ekonomis memang tergolong murah, tetapi mempunyai kelemahan, yaitu sulit diatur suhunya dan menghasilkan asap yang dikhawatirkan mengganggu kesehatan ayam, apalagi jika dipakai di kandang close house. Sedangkan bahan bakar gas secara matematis memang mahal, namun hasil penggunaannya bisa lebih optimal dan efisien, serta tidak menghasilkan asap yang bisa mengganggu kesehatan ternak. Selain itu juga mudah dioperasikan, aman dan tahan lama (awet). Bahan bakar gas juga menghasilkan panas yang stabil, terfokus, dan suhunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Efisiensi Penggunaan Pemanas Gas

Continue reading

Peralatan Kandang Close House : Alat Vaksin

 

Pencegahan timbulnya penyakit disuatu kawasan peternakan ayam, baik itu dalam kandang close house maupun kandang open, biasanya dilakukan dengan cara vaksinasi. Program vaksinasi tidak ada yang baku antara satu peternakan dengan peternakan lainnya. Tidak hanya jenis vaksin yang digunakan, tetapi program vaksinasinya juga beragam. Semua program vaksinasi dibuat berdasarkan sejarah penyakit dipeternakan tersebut atau diwilayah sekitarnya.

Vaksinasi merupakan suatu aktivitas memasukkan agen penyakit (virus, bakteri, atau protozoa) yang telah dilemahkan kedalam tubuh ayam. Adanya agen penyakit ini diharapkan tingkat antibody di dalam darah ayam meningkat sesuai dengan agen yang dimasukkan. Dengan demikian, ayam akan memiliki kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan penyakit.

Peralatan vaksin merupakan salah satu alat peternakan yang utama, keberadaannya harus sangat diperhatikan dalam kandang close house. Mulai dari kebersihan dan jenis-jenis alat vaksin sangatlah berpengaruh dalam peternakan.

VENTILASI UDARA PADA KANDANG CLOSE HOUSE

Ventilasi Udara pada Kandang Close House

Pada tipe kandang tertutup (kandang close house) hampir dikatakan tidak ada kontak dengan faktor lingkungan diluar kandang selama masa pemeliharaan. Didalam sistem kandang tertutup (kandang close house), ventilasi memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga temperatur dan kelembapan udara di dalam kandang.

Fungsi ventilasi pada kandang close house diantaranya sebagai berikut :

1.   Menghilangkan panas.

2.   Menurunkan kelembapan udara.

3.   Mengurangi debu.

4.   Menurunkan kadar gas beracun di dalam kandang seperti gas ammonia, karbondioksida maupun karbonmonoksida.

5.    Menyediakan oksigen.

Pada kandang closed house  sistem ventilasi tergantung dari jenis kipas(fan) yang digunakan. Cara kerja fan itu sendiri dibagi menjadi dua cara, yaitu mendorong udara masuk dan menyedot keluar.

Cara pertama disebut dengan sistem positif (positive pressure system), bekerja dengan cara mengalirkan udara dari luar masuk kedalam kandang.

Cara kedua disebut dengan sistem negatif (negative pressure system), bekerja dengan cara mengalirkan udara dari dalam kandang keluar.

Dari kedua sistem diatas, yang paling banyak dipakai adalah cara kedua (negative pressure system) dengan menggunakan cooling pad.

Alat peternakan kandang close house: Cooling Pad (Pendingin)

Alat pendingin biasanya di peruntukkan untuk tipe kandang close house.Suhu di dalam kandang tidak selamanya bisa stabil, bahkan ada kecenderungan naik. Hal ini di sebabkan karena kadar amoniak di dalam kandang kerap sekali naik sehingga suhu dan bau di dalam kandang meningkat pula. Demikian juga kepadatan ayam di dalam kandang bisa menyebabkan naiknya suhu di dalam kandang. Penggunaan pendingin  berfungsi untuk mengurangi panas dan mencegah resiko panas berlebih (overheat) di dalam kandang.

Demikian artikel tentang ventilasi udara pada Kandang Close House.

Alat Peternakan Kandang Close House : TIMBANGAN

Timbangan merupakan salah satu alat peternakan yang diperlukan di kandang, baik kandang open house ataupun kandang close house. Bentuk dan macam timbangan yang digunakan juga bervariasi, tergantung kebutuhan. Misal, timbangan duduk dan timbangan digital (40 kg), biasanya digunakan untuk menimbang hasil kandang (telur atau ayam). Timbangan juga diperlukan untuk mengukur tingkat perkembangan tubuh ternak.